CPNS Lulusan Kedokteran 2018 dan Peluang Karir Lainnya ~ Fakultas kedokteran adalah salah satu fakultas yang sangat bergengsi dan sangat sulit untuk dimasuki bagi calon mahasiswa. Calon mahasiswa yang ingin memasuki fakultas kedokteran dituntut memiliki IQ yang tinggi karena memang materi yang diajarkan sulit. Selain itu, fakultas kedokteran juga mencari calon-calon yang mampu menangani pasien dengan baik dan tanpa kesalahan.



Selain menyediakan jurusan kedokteran, fakultas kedokteran biasanya juga memiliki jurusan yang lain seperti jurusan kedokteran gigi, kedoktean hewan, patologi klinik, dll. Dengan kesulitan pada saat proses pendaftaran maupun dalam masa perkuliahan, tidak heran peluang kerja untuk mahasiswa lulusan jurusan kedokteran sangatlah besar. Berikut ini adalah beberapa peluang kerja untuk mahasiswa lulusan jurusan kedokteran.

Peluang Karir Lulusan Kedokteran ~ Cek Pendaftaran CPNS 2018

Jurusan Kedokteran Umum

Jurusan pertama yang disediakan di fakultas kedokteran adalah jurusan ilmu kedokteran. Peluang karir untuk mahasiswa lulusan jurusan ilmu kedokteran ini cukup luas dibandingkan dengan jurusan yang lain. hal tersebut dikarenakan banyak rumah sakit atau klinik yang membutuhkan tenaga dokter untuk merawat pasien mereka.

Biasanya setelah menyelesaikan Pendidikan di jurusan ilmu kedokteran, mahasiwa jurusan kedokteran akan melakukan magang di rumah sakit atau koas. Setelah melakukan koas, mahasiswa tersebut dapat memutuskan untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi atau spesialis atau menjadi dokter umum pada umumnya.

Dokter umum biasanya akan bekerja di rumah sakit terlebih dahulu baru kemudian mendirikan klinik di rumahnya. Seperti yang kita ketahui bahwa profesi dokter adalah profesi yang dapat menghasilkan pendapatan yang cukup banyak, mengingat risiko yang ditanggung juga cukup berat. Rata-rata gaji yang ditawarkan untuk dokter umum yang bekerja di rumah sakit adalah Rp.10.000.000-Rp.20.000.000. sedangkan untuk dokter yang mengambil spesialis di bidang tertentu akan mendapatkan gaji yang lebih tinggi.

Jurusan Kedokteran Gigi

Jurusan kedua yang disediakan di fakultas kedokteran adalah jurusan kedokteran gigi. Sama halnya dengan jurusan ilmu kedokteran, mahasiswa jurusan kedokteran gigi juga harus menyelesaikan pendidikannya selama 4 tahun. Setelah dinyatakan lulus, mereka harus melakukan magang di rumah sakit selama 2 tahun.

Sama halnya dengan jurusan ilmu kedokteran, jurusan kedokteran gigi juga memiliki peluang atau prospek kerja yang cukup bagus. setelah menyelesaikan magang, mereka dapat melamar menjadi dokter tetap di rumah sakit tertentu, kemudian dapat membuka praktik di klinik atau rumahnya.

Dokter gigi merupakan profesi yang sangat bergengsi mengingat gaji yang ditawarkan juga cukup menggiurkan. Rata-rata dokter umum maupun dokter gigi memiliki kehidupan dan pendapatan yang layak karena gaji yang didapatkan juga cukup tinggi. Hal tersebut dikarenakan risiko yang ditanggung dokter cukup tinggi, mengingat berhadapan dengan nyawa seseorang.

Selain itu, jurusan kedokteran juga memiliki biaya Pendidikan yang cukup mahal, apabila dibandingkan dengan jurusan yang lain. gaji yang ditawarkan untuk profesi dokter gigi berkisar antara Rp10.000.000-Rp.12.000.000 tergantung pada masa jabatan. Apabila dokter tersebut memutuskan untuk membuka klinik, maka pendapatan yang dihasilkan juga lebih banyak, mengingat biaya untuk periksa gigi untuk setiap pasien juga cukup mahal.

Jurusan Kedokteran Hewan

Jurusan ketiga yang disediakan di fakultas kedokteran adalah jurusan kedokteran hewan. Walaupun tak menangani manusia, profesi dokter hewan juga cukup bergengsi. Sama dengan Pendidikan dokter pada umumnya, mahasiswa jurusan kedokteran hewan juga harus menempuh Pendidikan S1 selama 4 tahun, kemudian dilanjutkan dengan magang di rumah sakit selam waktu yang telah ditentukan biasanya 2 tahun.

Gelar yang didapatakan setelah lulus dari S1 kedokteran hewan adalah skh (sarjana kedokteran hewan) dan drh apabila telah melakukan magang atau koas. Tugas dari profesi dokter hewan adalah mencari tahu penyakit yang diderita oleh hewan, kemudian memberikan resep untuk proses penyembuhan penyakit tersebut. walaupun tak menangani manusia, profesi dokter hewan juga cukup bergengsi karena pada saat ini banyak masyarakat yang memelihara atau beternak hewan. Gaji yang ditawarkan pun juga cukup menggiurkan, apabila ditambah dengan praktik pribadi.

Peneliti Obat-Obatan

Selain menjadi dokter, terdapat pilihan yang lain bagi mahasiswa jurusan ilmu kedokteran yaitu menjadi peneliti obat-obatan. Profesi peneliti obat-obatan memang memiliki prestise yang jauh lebih rendah apabila dibandingkan dengan profesi dokter umum, dokter gigi, dan dokter spesialis. gaji yang ditawarkan pun juga tidak lebih tinggi.

Namun, kontribusi yang diberikan kepada kesejahteraan dan kesehatan masyarakat sama besarnya dengan profesi dokter umum maupun dokter gigi. Bagi mahasiswa lulusan fakultas kedokteran, menjadi peneliti obat-obatan merupakan salah satu opsi atau pilihan bagi anda yang tidak ingin berhadapan langsung dengan pasien.

Tenaga Pendidik

Selain menjadi dokter yang menangani pasien, mahasiswa lulusan fakultas kedokteran dapat memilih profesi menjadi dokter pendidik. Untuk menjadi dokter pendirik, setelah menyelesaikan Pendidikan S1 kedokteran, anda diharuskan untuk melanjutkan Pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Tugas dari dokter pendidik adalah mendidik dan memberikan pelajaran bagi mahasiswa kedokteran. Selain memiliki ilmu di bidang kedokteran, profesi dokter pendidik juga harus memiliki kemampuan dalam mengajar agar ilmu atau materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh para mahasiswa. Sama halnya dengan profesi kedokteran, menjadi dokter pendidik pun merupakan profesi yang sangat bergengsi karena prestise yang didapatkan serta gaji yang ditawarkan cukup menggiurkan.

Selain itu, kontribusi yang diberikan kepada bidang kesehatan dan Pendidikan juga tinggi juga tidak kalah apabila dibandingkan dengan profesi dokter umum atau doket spesialis.

Dokter Spesialis

Setelah menyelesaikan Pendidikan S1 ilmu kedokteran, mahasiswa jurusan ilmu kedokteran harus melakukan magang di rumah sakit selama waktu yang telah ditentukan fakultas biasanya 2 tahun. setelah menyelesaikan magang, anda dapat melanjutkan Pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi ke taraf spesialis. jenjang spesialis ini hanya mendalami satu bidang yang telah dipilih yaitu misalnya ortopedi, bedah, saraf, dll.

Karena risiko yang ditanggung cukup tinggi dan biaya yang dikeluarkan pada saat masa Pendidikan lebih tinggi dibandingka dengan dokter umum pada umumnya, biasanya gaji atau pendapatan yang dihasilkan oleh dokter spesialis juga lebih tinggi hingga 2x lipat tergantung pada rumah sakit tempat anda bekerja. sama halnya dengan mahasiswa lulusan S1 ilmu kedokteran, bagi yang telah melanjutkan ke jenjang spesialis pun juga dapat membuka praktik atau klinik dengan izin pihak terkait.

Manajerial Industri di Bidang Kesehatan

Selain menjadi tenaga medis dan perawat, mahasiswa lulusan jurusan kedokteran juga dapat menjadi seorang manager yang mengurusi tentang operasional di sebuah rumah sakit. Tugas dari seorang manajer rumah sakit adalah mengatur kegiatan operasional rumah sakit agar dapat memberikan pelayanan yang baik kepada para pasien.

 Jenjang karier untuk untuk profesi manajer rumah sakit ini pun juga cukup terbuka hingga ke jenjang direksi atau eksekutif. Gaji yang ditawarkan untuk profesi menajer rumah sakit tidak kalah mennggiurkan apabila dibandingkan dengan profesi dokter umum atau dokter pendidik, sehingga banyak lulusan fakultas kedokteran yang mengincar profesi ini.

Nah, demikianlah sedikit pembahasan mengenai beberapa prospek atau peluang karir untuk seluruh jurusan yang disediakan oleh fakultas kedokteran. Semoga artikel ini dapat membantu anda untuk mendapatkan pekerjaan sesuai dengan keahlian dan gelar yang anda miliki.

Bagikan :

Description
: CPNS Lulusan Kedokteran 2018 dan Peluang Karir Lainnya
Rating
: 4.5
Reviewer
: Windari Sanjaya
ItemReviewed
: CPNS Lulusan Kedokteran 2018 dan Peluang Karir Lainnya
Posted by: Windari Loker2018.com Updated at:April 03, 2018