Tips Untuk Menjadi Jurnalis Pemula Agar Sukses

Tips Untuk Menjadi Jurnalis Pemula Agar Sukses ~ Menjadi seorang wartawan yang profesional bukanlah hal mudah, dibutuhkan skill yang baik dan pengalaman serta wawasan yang luas tentang dunia jurnalistik. Tapi tidak menutup kemungkinan juga seorang wartawan pemula dapat menjadi wartawan yang profesional. Seiring dengan perkembangan teknologi, kita selalu dimudahkan dengan berbagai kemudahan. Jika dahulu seorang wartawan harus mengunjungi kantor media massa untuk mengirimkan tulisannya, kini hanya dengan pelayanan surat elektronik atau email, akan sangat memudahkan wartawan mengirim tulisannya ke redaksi di media massa.



Masalah pengiriman berita saat ini bukan lagi jadi alasan. Tapi ada masalah baru yang sering dialami para wartawan pemula, yaitu kurangnya percaya diri wartawan dalam hal penulisan, sudah layak muat atau belum. Hanya sebagian dari wartawan profesional yang memiliki banyak sekali pengalaman dan memberi kita tips mudah agar tulisan kita berkualitas dan layak untuk dimuat.

Nah, bagaimana kalau mau menjadi wartawan pemula? Seorang wartawan pastinya harus memiliki sifat dasar seperti sikap kritis, rasa ingin tahu yang tinggi, memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas, pikiran terbuka, pekerja keras dan cerdas. Seorang wartawan juga harus rajin dan terus belajar. Dalam pikiran di kepalanya, selalu muncul pertanyaan dan tidak membunuh pertanyaan itu.

Tentu saja seorang wartawan juga harus menguasai teknik jurnalistik seperti; menulis berita, menulis artikel atau feature, teknik wawancara dan reportase atau laporan pandangan mata. Wartawan juga harus menguasi bidang liputan dan mematuhi Kode Etik Jurnalistik. Mengapa wartawan mempunyai kode etik? Karena, wartawan merupakan profesi yang mulia, sama seperti dokter atau pengacara yang juga harus mematuhi kode etik yang berlaku. Berikut tips yang bisa anda digunakan sebagai wartawan pemula.

Rajin-Rajinlah Berkeliling

Seringkali diperjalanan kita menemukan kejadian yang menarik dan bagus untuk dimuat di media massa. Contohnya seperti kecelakaan, festival budaya, atau fenomena sosial lainnya. Hal tersebut sangat penting, karena menjadi seorang wartawan diharuskan untuk mempunyai banyak referensi untuk digunakan bahan berita. Kurangnya produktifitas wartawan dalam menulis berita menjadi salah satu penyebab, karena sedikit sekali wartawan mendapatkan informasi.

Ada beberapa cara untuk mendapatkan sebuah berita atau peristiwa. Antara lain melalui wawancara dengan narasumber lalu melaporkan hasil wawancara itu, reportase yaitu melaporkan peristiwa dari pandangan mata. Pada saat itulah wartawan bekerja menggunakan panca indranya, melakukan penggambaran suasana dan sebagainya.

Ada juga yang disebut hasil riset, yaitu anda meneliti dan membaca dokumen atau berkas, sumber-sumber pustaka dan data-data fakta lainya. Data dan informasi tersebut disajikan secara sederhana, sehingga mudah dipahami oleh pembaca. Yang perlu diingat dari pembaca surat kabar adalah orang yang hanya tamat SD sampai professor.

Dan cara yang terakhir adalah investigasi. Cara kerja wartawan investigasi ini mirip seperti kerja detektif yang secara terus menerus dan pantang menyerah mengumpulkan data dan fakta untuk mengungkap sebuah kasus atau peristiwa.

Kuasailah Ilmu dan Skill Kejurnalistikan

Banyak wartawan pemula yang seringkali tulisannya tidak dimuat dimedia massa, karena wartawan kurang menguasai dan memahami cara membuat sebuah berita yang baik. Sperti unsur 5W1H yang kurang disajikan dengan baik. Oleh karena itu, seorang wartawan harus menguasai terlebih dahulu skill dan ilmu mengenai kejurnalistikan, entah dalam proses penulisan, pengeditan hingga pengiriman ke media massa. Media massa di Indonesia pasti memiliki karakteristik yang beragam. Seorang wartawan harus mengerti itu, jangan sampai tulisan yang kita muat tidak memenuhi standar penulisan suatu media.

Tulislah Dulu Baru Edit

Seorang wartawan seringkali mengalami kesulitan untuk memulai sebuah tulisan. Membutuhkan waktu lama agar tulisan selesai dibuat. Hal ini pasti akan membuang waktu, sedangkan seorang wartawan harus cekatan. Tulislah apa yang ada difikiran, apapun itu dari awal hingga akhir. Lalu setelah selesai, lakukan pengeditan secara baik dan benar.

Tulislah dengan Jujur, Singkat dan Padat

Fakta yang telah diperoleh dilapangan jangan sampai dirubah/dimanipulasi untuk memenuhi keinginan/kebutuhan pribadi. Data harus jujur sesuai dengan fakta, dijelaskan tanpa ada unsur membohongi publik. Karena hal ini merupakan perilaku yang melanggar kode etik. Dan jika ketahuan akan menimbulkan kekecawaan masyarakat, atau bahkan pelanggaran hukum. Selain itu juga tulisan tidak bertele-tele, dengan kata lain langsung ke pokok pembahasan. Tulisan yang bertele-tele akan membuat pembaca merasa bosan dengan tulisan yang dibuat. Bahkan redaktur bisa saja tidak memuat tulisan kita.

Perbanyak Perbendaharaan Kata

Anda harus sering membaca. Cara ini akan membantu anda untuk menambah perbendaharaan kosa kata. Dalam menuliskan sebuah berita, anda dapat mengeksplorasi kata-kata untuk mendeskripsikan sesuatu kejadian atu peristiwa yang terjadi. Tapi anda tetap harus menggunakan kata-kata yang sesuai dengan berita atau tema yang diangkat.

Periksan Ejaan, Tanda Baca, dan Pola Piramida Terbalik

Seringkali wartawan pemula lalai dalam penggunaan tanda baca. Tak jarang juga tulisan kurang diperhatikan tanda bacanya seperti titik, koma, tanda kutip dan sebagainya. Wartawan juga harus paham tentang pola tulisan segitiga terbalik yang harus ada dalam penulisan berita. Segitiga terbalik merupakan istilah dimana lapisan atas merupakan bagian tulisan yang sangat penting dan menarik dengan penyajian dalam bentuk lead. Lapisan kedua di isi tulisan yang cukup penting berupa penjabaran dari data yang ada pada bagian lead. Lapisan terakhir yaitu penutup yang bobotnya kurang menarik, hanya sebagai pelengkap saja.

Kirimlah Ke Media yang Tepat

Setelah tulisan selesai dibuat, selanjutnya wartawan harus memilih media mana yang digunakan agar tulisan kita dimuat. Sesuaikan gaya penulisan dengan salah satu media yang gaya penulisannya sama dengan tulisan anda. Atau lebih bagus lagi jika anda sudah berlangganan atau memiliki kenalan seorang redaktur. Hal ini akan semakin mempermudah tulisan anda dimuat di media massa.

Jika Ragu, Tunjukkan pada Teman Anda untuk Dinilai

Jika anda merasa ragu dengan tulisan yang telah dibuat, mintalah bantuan teman anda untuk membaca tulisan tersebut. Lebih bagus lagi jika dia adalah seorang yang ahli dalam dunia penulisan berita. Perhatikan respon yang diberikan, jika positif dan teman anda merasa tertarik dengan tulisan itu, anda tidak perlu ragu mengirimkan tulisan tersebut ke media yang dituju.

Jangan Menyerah, Teruslah Menulis.

Terkadang media tidak langsung memuat dan mencetak tulisan yang kita buat. Anda harus bersabar dan tetaplah menulis, karena dalam dunia penulisan berita banyak peluang yang tersedia bagi para wartawan. Bisa jadi ini sebagai media batu loncatan bagi kita agar dapat lebih mahir menulis berita.
Itu tadi tips-tips yang dapat digunakan oleh para wartawan pemula untuk memulai karir. Semoga dengan adanya tips ini, wartawan pemula tidak lagi merasa kesulitan dan terbebani untuk memulai dan membuat berita dengan kualitas yang bagus dan bermanfaat bagi khalayak. Cukup sekian dulu artikel tentang Tips untuk menjadi jurnalis pemula agar sukses, sebelumnya ada juga tips bagi content creator pemula. Sampai jumpa pada artikel selanjutnya.

Bagikan :

Description
: Tips Untuk Menjadi Jurnalis Pemula Agar Sukses
Rating
: 4.5
Reviewer
: Windari Sanjaya
ItemReviewed
: Tips Untuk Menjadi Jurnalis Pemula Agar Sukses
Posted by: Windari Loker2018.com Updated at:Maret 30, 2018